Tampilkan postingan dengan label Nilai Anti Korupsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nilai Anti Korupsi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

SEMBILAN NILAI ANTI KORUPSI


Rangkuman BELAJAR PINTAR

SEMBILAN NILAI ANTI KORUPSI

 

Enam anak duduk melingkar. Salah satunya, Andi Aisyan, 12 tahun, membaca sebuah pertanyaan yang tertera di kartu putih. “Rina meminta pada ayah dan ibunya untuk merayakan ulang tahunnya ke-12 dengan makan di restoran mewah bersama teman sekelas. Tapi, karena sebentar lagi akan lulus SD, kedua orang tuanya menyarankan untuk merayakan di rumah saja.”

Selanjutnya, Aisyan berpikir. Matanya bergerak ke kiri dan kanan untuk mencari jawaban. Setelah merasa yakin, dia pun meletakkan kartu putih tadi pada gambar bertulisan “kesederhanaan”.

Seperti Aisyan, Aden Lutfil, 10 tahun, juga mendapat giliran. Setelah selesai, ia meletakkan kartu pada gambar yang bertulisan “kegigihan”. Tapi, karena jawaban Aden dianggap salah, ia harus mengambil salah satu kartu berwarna merah—berisi hukuman. Di kartu itu, ia mendapat tugas menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya.

Aisyan, Aden, serta empat temannya sedang bermain di sudut edukasi antikorupsi, salah satu ruang bermain yang bisa dinikmati dalam acara Festival Anak Makassar, yang digelar Mal Ratu Indah, Ahad lalu.

Permainan ini dikenal dengan sebutan “Semai”—singkatan dari sembilan nilai. Sembilan nilai yang dimaksudkan adalah kesederhanaan, kegigihan, keberanian, kerja sama, kedisiplinan, keadilan, kejujuran, bertanggung jawab, dan kepedulian.

Caranya cukup sederhana. Setiap anak yang ikut bermain harus mengambil posisi duduk di depan kertas berukuran 1 x 1 meter. Di atas kertas inilah tertera sembilan nilai tadi. Setiap anak akan diberi kesempatan untuk mengambil kartu putih—berisi pertanyaan—yang ditumpuk di sebelah kiri. Lalu kartu merah berupa hukuman di sebelah kanan.

“Jika jawaban salah, peserta akan diminta mengambil kartu merah seperti yang dilakukan Aden,” kata Novati Ety Dungga, 50 tahun, salah satu fasilitator dalam permainan Semai ini.





MATERI SOSIALISASI 9 NILAI DAN PRINSIP ANTI KORUPSI
Dalam berbagai buku dan pembahasan disebutkan bahwa nilai-nilai anti korupsi berjumlah 9 buah, yaitu :
1.      Kejujuran
Kejujuran berasal dari kata jujur yang dapat di definisikan sebagai sebuah tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak berbohong dan tidak curang. Dalam berbagai buku juga disebutkan bahwa jujur memiliki makna satunya kata dan perbuatan. Jujur ilah merupakan salah satu nilai yang paling utama dalam anti korupsi, karena tanpa kejujuran seseorang tidak akan mendapat kepercayaan dalam berbagai hal, termasuk dalam kehidupan sosial. Bagi seorang mahasiswa kejujuran sangat penting dan dapat diwujudkan dalam bentuk tidak melakukan kecurangan akademik, misalnya tidak mencontek, tidak melakukan plagiarisme dan tidak memalsukan nilai. Lebih luas, contoh kejujuran secara umum dimasyarakat ialah dengan selalu berkata jujur, jujur dalam menunaikan tugas dan kewajiban, misalnya sebagai seorang aparat penegak hukum ataupun sebagai masyarakat umum dengan membaya pajak.